Manajemen Keburukan

July 25th, 2010

Keburukan tidak layak dipelihara tetapi kita tidak dapat menghindari keburukan, sedangkan kebaikan sulit diraih tetapi wajib diusahakan. Ini adalah fakta yang harus disadari terlebih dahulu. Dengan menyadari kebenaran ini kita akan lebih mudah membahas bagaimana menyikapi keburukan tanpa terjebak oleh fitnah dan kesalah-pahaman.

Ada beberapa hal yang penting untuk menyikapi keburukan yaitu: Berusaha penuh perjuangan untuk mencegah keburukan, sejauh kesempatan dan kebijaksanaan yang ada pada diri kita. Jika ini telah dilakukan dan keburukan tidak juga hilang atau berkurang, maka (seolah-olah) anda sedang memelihara keburukan. Bagaimana sikap anda selanjutnya ?

Tentu anda terpaksa (karena ketidak-berdayaan) harus menjaga batas keburukan tersebut jangan menjadi lebih buruk sambil mencari cara terus-menerus untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan keburukan tersebut.

Sambil menjaga batas keburukan (agar tidak lebih buruk) serta mencari solusi pemecahannya, kita dapat mengimbanginya dengan membentuk kebaikan yang kelak dapat diharapkan menghapus keburukan yang ada atau paling tidak mengurangi dampak keburukan yang ada.

Manajemen keburukan seperti di atas cepat atau lambat akan menggiring kita untuk keluar dari keburukan atau mengurangi dampak keburukan atau paling tidak telah menempatkan kita pada kondisi yang optimal paling baik di segala situasi, yang pada akhirnya membentuk diri kita untuk lebih kreatif dan progresif ke depan secara positif, dari pada hanya sekedar menyesali keburukan dan mencari solusi yang juga tidak optimal.

Jangan sampai kita terjebak untuk mengatasi keburukan yang sebenarnya justru menambah keburukan. Lebih baik membangun kebaikan (yang seolah-olah membiarkan keburukan) padahal justru sedang mengatasi atau mengurangi keburukan.

Leave a Reply